Assalamualaikum.. welcome to my blog, guys..!! ^_^

Adsense

Tuesday, July 16, 2013

Resensi Buku Semesta Sebelum Dunia: Sebuah Dongeng Tentang Alam Rahim



Satu hal yang Ifah sering lakukan setiap mau beli buku adalah cari penjabaran tentang buku yang bakalan Ifah beli di internet. Entah itu resensi atau rekomndasian dari beberapa pihak yang tahu seluk-beluk buku. Dan berkat twitter, Ifah bisa jatuh cinta pada pandangan pertama sama buku yang satu ini. 

Punyannya Ifah, nih.
 Semesta Sebelum Dunia dan 12 Menit
Judul buku          : Semesta Sebelum Dunia
Penulis                : Fahd Djibran
Penerbit              : Noura Books
Cetakan               : 1 (pertama) , April 2013
Jumlah halaman : 233 halaman
P x L                       : 13 x 20 cm            
ISBN                      : 978-602-9498-94-3
Harga : Rp 42.500,- (diskon 10% jadi bayar Rp 38.250,-)

Ada sinopsisnya, seperti ini.. 

Seluruh kisah dalam buku ini pada mulanya adalah rahasia. Namun, kini sudah tiba saatnya untuk membiarkan semuanya terbuka: sebab bukan hanya aku yang perlu tahu,kita semua perlu tahu.
 Setelah membaca buku ini, kamu akan tahu mengapa pada akhirnya aku memutuskan untuk menceritakannya pada sebanyak mungkin orang— termasuk kamu. Terus terang, aku tidak bisa merangkum alasan itu ke dalam satu atau dua kalimat agar kamu segera tahu. Kamu perlu membaca semuanya, pelan-pelan, agar kamu benar-benar “meresapinya”.
Bersiaplah untuk memasuki semesta sebelum kamu hidup di dunia

Waw, Ifah bisa jamin (walaupun nggak mau janji apa-apa, sih) siapa yang pencinta dongeng (angkat tangan sendiri) pasti suka sama yang satu ini. Buku karya Fahd Djibran kali ini berkisah tentang apa yang terjadi kepada seorang manusia ketika ia mulai dibilang “ada” ketika ia mendiami sebuah tempat suci di dalam tubuh seorang manusia juga, pastinya. Yups, kita-kita ini semuanya pernah datang ke sana. Namanya Alam Rahim. 


Satu kata yang bisa Ifah kasih untuk buku ini. AJAIB..!! 

Kenapa? Karena baru kali ini, Ifah merasakan petualang mengesankan tentang sebuah tempat yang kita semua tahu tapi tidak pernah mengingatnya. Rahim. Bayangkan, disaat semua penulis mengulas hal-hal tentang cinta, romansa syahdu, humor satir dan lain-lain, buku ini hadir dengan gaya khas dongeng imajinatif dengan fakta-fakta ilmiah dengan tambahan imajinasi. 

Kita sebagai pembaca akan berperan sebagai seorang bayi (lebih tepatnya calon bayi) laki-laki yang bernama Mikal. Dan bak seorang anak yang dibacakan dongeng, dengan seksama kita akan mendengarkan (walaupun sebenarnya kita membaca) kisah-kisah itu dari seorang pria misterius  berkulit gelap, dengan postur yang agak pendek. Bajunnya agak aneh dengan manik-manik berwarna menyala di dadanya. Dan.. di dada kirinya tertuliskan AR (yang katanya singkatan dari Alam Rahim). Ditambah lagi dengan penggambaran tokoh misterius tadi dengan gaya berjalan yang tergesa-gesa dengan kaki kanan yang pincang. Hohoho… pria misterius tadi bernama Dakka Madakka dari kota Ura. Dan tahukah? dia juga punya istri yang bernama Maria. Ckckck..

Dakka akan mengajak kita mengulang kembali perjalanan hidup kita sebagai manusia. Dimulai sejak dalam rahim. Tidak tanggung-tanggung, Dakka akan membuat kepala kita menggeleng sambil tersenyum saat kita tahu apa profesinya. Ia mengatakan bahwa ia berprofesi sebagai seorang Pengabar Berita dari Alam Rahim. Aneh bukan..?! 

Tidak hanya sampai disitu, kita akan disajikan kisah-kisah lucu dan mengharukan dari beberapa bab yang disusun. Mulai dari romantisnya ayah dan ibu Mikal saat masa-masa kehamilan, lalu ada percakapan Mikal dengan tokoh aneh seperti perwakilan otoritas Kerajaan Semesta, bertemu dengan Tuan Kucing yang Bisa Berbicara, kemudian ada Tuan Ikan Mas yang Bekerja Sebagai Koki, tokoh terhormat seperti Raja Semesta, musisi klasik hebat bernama Amadeus, berbagi kisah penuh makna dengan Aynu Si Gadis Buta Penunjuk Jalan dan Nenek Olav yang hobi mengkoleksi koran di rumahnya. Adalagi tokoh-tokoh penting lainnya seperti Profesor Waktu dan Mahavatara. 

Jangan menyepelekan masalah Alam yang satu ini. Selama lebih kurang 9 bulan kita ada di sana. Dan dengan membaca buku ini, kita bisa tahu dan mencoba mengenal kembali apa tempat yang bernama Rahim itu. Yahh Ifah tahu.. mungkin buku ini hanya dongeng. Cerita dongeng yang pasti ngayal adanya. Tapi tunggu dulu, lihat dulu isinya. Banyak bermunculan istilah-istilah ilmiah tentang dunia Obstetri & Ginekologi alias kebidanan dan kandungan. wow… jangan dulu berpikiran buku ini akan buat kalian pusing.. jangan. Dengar, ya. Bahasa yang digunakan sangat-amat bersahabat sekali. Walaupun ngayal dot com, narasinya terasa lebih akurat dengan penyebutan Undang-Undang Kerajaan Alam Rahim plus nomor pasalnya. Keren nggak tuh..?!

Seperti yang Ifah katakana tadi, AJAIB. Entah kenapa, sejak awal membaca Ifah seakan-akan diajak berbicara langsung dengan Dakka. Contohnya saat reflek Ifah melihat tangan dan lengan (membandingkan warna kulit), Dakka seperti tahu apa yang Ifah lakukan dan melarangnya. Lalu saat masuk bab Gerak, benar-benar Ifah dibuat heran dengan Om Fahd. jos gandos… !!

Terakhir, Ifah mau saranin buat kalian semua yang mau tahu arti kehidupan sebelum sekarang ini. Bagaimana perjuangan ayah dan ibu kita demi menyambut kehadiran kita didunia. Petikan-petikan surat dari janin korban aborsi, surat seorang ayah yang cemburu sekaligus bahagia dengan kedatangan calon putranya. Dan lagi, Ibu. Saat membaca bab Ibu, sunggung.. seperti ditenggelamkan di tengah laut luas. Kisah perjuangan Ibu yang begitu keras, mengharukan sekaligus membuka mata hati kita tentang apa itu sebuah pengorbanan. Penjabarannya sungguh mampu mengobrak-abrik isi hati Ifah dan mungkin semua yang sudah membaca.
Jadi, untuk apa masih ragu-ragu mau baca buku ini. Yang belum punya, silakan beli. Yang sudah punya, selamat membaca. Yang belum punya tapi belum beli, selamat meminjam yang punya. Seeeee…a.aaaaa….. 

Selamat berpetualang ke Alam Rahim..!!

No comments:

Post a Comment