Assalamualaikum.. welcome to my blog, guys..!! ^_^

Adsense

Showing posts with label JendelaKu. Show all posts
Showing posts with label JendelaKu. Show all posts

Thursday, June 26, 2025

Penjelasan Simple Kenapa Cindo jadi Sasaran Kerusuhan Mei 1998

Hi, semua. 

Sumber : BBC
Lagi rame banget soal kasus Mei 1998 yang kembali naik karena pernyataan salah satu menteri yang kebangetan banget. Masalahnya soal pemerk*s**n masal pada wanita keturunan Indonesia Tionghoa (Cindo) waktu itu. Nah, bagi anak-anak sekarang banyak banget yang nggak tahu kenapa masalah ini kok sasarannya orang-orang keturunan Tionghoa. Perempuan, pula.

Buat kalian yang bingung sebenarnya ada apa, mari sebentar kita bahas secara sederhana (walaupun kasusnya nggak sesederhana itu).

Masalah besarnya.....

Saturday, October 05, 2024

Pengalaman Operasi Impaksi/Cabut Gigi BPJS (Tanpa Opname)

Hai, everyone!
Lupa banget buat nulis pengalaman satu ini soalnya kalau yang namanya sakit terus udah sembuh jadi lupa soal sakitnya. Ang ang ang... Bercanda.

Ya udahlah, jadi begini. Aku memang ada sakit di gigi graham kiri bawah. Dia lubang gitu dan belum pernah kena tindakan. Nah, makin lama makin gede. Udah lumayan lama. Akhirnya karena udah ganggu banget, aku putusin buat diberi tindakan. Dokter gigi di klinik FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) BPJSku bilang kalau harus dioperasi di RSUD.

Bagi kalian yang mau operasi juga, mari merapat. Aku kasih tahu pengalaman aku waktu cabut satu gigi graham aku yang nggak pake opname. GRATIS pakai BPJS dan aman. Akan aku jelaskan juga proses dan prosedurnya dari awal sampai akhir nggak ngerasa sakit lagi supaya kalian bisa lihat berapa lama estimasi proses pengurusan awal sampai dinyatakan benar-benar sehat.

Disclaimer dulu kalau ini murni pengalaman aku di kabupaten Tuban. Perbedaan prosedur dan lama pengobatan juga berpengaruh sesuai kondisi tubuh dan rumah sakit. So, pasnag sabuk pengaman dan nikmati cerita saya yang mungkin agak panjang ini.

1. Minta Rujukan di FKTP (5 Juli 2024)

Satu-satunya cara kalau kalian adalah pengguna BPJS ya harus ngurus surat rujukan. Misal FKTP kalian cuma di dokter praktek biasa atau sejenis klinik pratama ini wajib. Karena tindakan cabut gigi begini udah termasuk bedah kecil, ya. Kudu sama dokter bedah mulut dan butuh fasilitas yang mumpuni. 

Untuk kasusku, aku FKTP di klinik yang memang ada klinik giginya (FKTP aku di Klinik Abyudaya Medika Tuban). Dokter gigi aku bikin surat rujukan untuk ditujukan ke dokter bedah mulut di RSUD (RSUD dr. Koeasma Tuban) karena katanya memang dokternya ada di sana dan fasilitasnya sudah mendukung. So, aku manut dan jadilah surat rujukannya.

Wednesday, September 25, 2024

Tata Cara Pengurusan STNK yang Hilang (Sesuai Pengalaman)

 Assalamualaikum... lama gak buka blog ternyata ada satu postingan yang belum sempat ketulis dan publish di sini. Jadi, awalnya tulisan ini mau naik sekitar tahun 2022, pas setelah proses ngurus STNK motor Bapak yang hilang. Sudah sempat catat semua prosesnya di ponsel cuma kayaknya bagian terakhir belum sempat kecatat.

So, ini adalah sedikit alur yang sempat tercatat dan masih ada di core memori aku, ya. Keburu benar-benar lupa. Oh, ya. Sebelumnya aku mau kasih informasi kalau ini aku prosesnya di Kab. Tuban, Jawa Timur. Untuk kesamaan alur atau prosesnya dengan daerah lain, aku gak begitu tahu, ya. Buat gambaran saja


Step 1 : Urus Surat ke Polres Setempat

urus surat kehilangan
di Polres
Pertama, kalian harus datang dulu ke Polres. Di Polres gunanya untuk ngurus surat kehilangan. Jangan takut untuk tanya, ya. Sebelum masuk, aku tanya dulu ke petugas yang jaga, terus diarahkan masuk ke ruangan dan antre di loket SPKT (cari aja yang ada tulisannya SPKT).

Di sana kalian akan ditanyai keperluannya apa. Nah, untuk kasus kehilangan STNK, ada syarat yang harus dibawa. 

- Fotokopi BPKB 3 lembar

- Fotokopi KTP 3 lembar

Kalau udah beres, kalian akan dikasih surat yang isinya keterangan beberapa lembar soal kehilangan STNK itu. Petugasnya langsung minta kita ke bagian Reskrim sambil bawa surat-surat yang dibawa tadi. Nanti kita bakal dapat lembaran lagi tuh, ada juga dokumen yang ditinggal di Reskrim buat diuruskan lagi, baru deh kita diarahkan langsung ke SAMSAT.

Sunday, February 20, 2022

Cara dan Tahapan Mengurus Akta Kelahiran Anak : Apa yang Harus Diurus Lebih Dulu? Akte Kelahiran atau KK? Penting untuk Keluarga Baru!

 

Hi, semua!

Lama nggak ngeblog, jadi kepikiran buat nulis lagi. Tapi, mau nulis apa? Dan sampailah dengan topik ini. Karena aku pikir permasalahan mengurus akte lahir ini masih banyak banget yang kebingungan. Sebelumnya, aku coba cerita awalnya dulu, ya.

Jadi, beberapa waktu lalu keponakan aku sudah mau satu tahun, tapi sama sekali belum punya dokumen dari dia lahir. Cuma dari buku KIA merah muda yang jadi pegangan dia setiap mau imunisasi. Bahkan, kejelasan KK dari Mama dan Papanya juga belum sempat dirubah. Ya, karena masalah tempat kerja yang bikin semuanya serba sulit. Luar kota gitu. Belum lagi posisi kakak ipar (Mamanya keponakan) lagi kondisi sakit paska kecelakaan lagi di beda kecamatan. Alhasil, semua pengurusan ini aku yang kerjakan. So, sedikit banyak, aku ada paham, bagaimana sih langkah-langkah pengurusan Akta Kelahiran dari nol. Dan apa saja kesalahan yang jadi penghambat mengurusnya.

FYI, pengurusan ini semua membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan, ya. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih lama tergantung daerah pengurusan kalian. Pengurusan ini murni pribadi dan sendiri, alias tanpa bantuan joki dan biaya sepeserpun (diluar fotocopy dan biaya materai, ATK, dll). Adanya Mall Pelayanan Publik benar-benar sangat membantu. Di tempat kalian ada?

Jadi, apa yan harus dikerjakan lebih dulu? Aku coba rangkum.

1. BUAT KARTU KELUARGA (KK) DULU DENGAN MENYERTAKAN NAMA ANAK DI DALAMNYA

Ini adalah hal wajib dari segala pengurusan kita nanti. 

Friday, April 24, 2020

Pengalaman Daftar Kartu Prakerja Hingga Lolos, Keberuntungan?

pelatihan gratis kartu prakerja
via Skill Academy

Hi, semua!

Apakah masih di rumah saja? Semoga masih dengan kesehatan dan selalu diberi perlindungan oleh Tuhan, ya. Selalu berhati-hati untuk yang masih memiliki tanggung jawab di luar rumah alias nggak ada liburnya. Semangat.

Oh, ya. Selamat menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir batin.

Tapi tidak sedikit dari kita yang harus di rumah karena memang kegiatan kita di luar akhirnya harus dibatasi. Yang harusnya bekerja jadi kena imbas, itu salah satunya. Tapi, akhir-akhir ini sejak tanggal 13 April lalu, pemerintah baru memberikan sesuatu yang  bisa dicoba untuk para masayarakat yang kena dampak akibat COVID-19 ini. Tahu, dong, dengan Kartu Prakerja?

Seperti judul, jelas sekali kalau aku ikut dalam program ini.

Loh, bukannya sudah kerja?

Begini, sahabat (ngomong ala Mbak Kekeyi) aku memang sudah ikut “bekerja” di salah satu tempat bimbingan belajar. Tapi posisi aku sebagai guru/tutor/instruktur terserah penyebutannya apa. Tahu, kan, dengan situasi seperti ini anak sekolah akhirnya diliburkan dulu sampai tanggal yang berubah dan selalu diperpanjang.

Aku dan teman-teman pengajar lain harus manut untuk libur dulu. Sudah hampir dua bulan lebih aku di rumah. Otomatis, keuangan juga mancet total. Karena memang kami digaji perjam mengajar. Beda dengan staf/pegawai yang tetap masuk atau guru yang memang sudah mengajar di sekolah-sekolah. Tapi, bagi orang—orang macam saya ini, capek rasanya di rumah saja.

Meski kadang aku masih mengisi waktu dengan kasih les buat anak-anak yang dapat tugas selama di rumah. Lumayan, sih. Cuma memang nggak cukup. Sebagai intermezo, inilah yang melatarbelakangi aku untuk mencoba ikutan program Kartu Prakerja.

Sayang saja, program ini rasanya agak disepelekan oleh sebagian orang. Pro kontranya yang nggak habis-habis. Belum lagi tidak sedikit yang mencibir orang-orang yang ikutan program ini. Gengsi, katanya. Dicap pengangguran. Ya, sudahlah. Kita tidak akan membahas tentang kasus-kasusnya.
Mungkin dengan adanya aku ikutan program ini, bisa membagi cerita bagi kalian yang mau mencoba peruntungan mendapatkan keuntungan dari pemerintah sebesar kurang lebih tiga jutaan.

Tuesday, April 14, 2020

Buku Aisyah: Wanita yang Hadir dalam Mimpi Rasulullah, Mendalami Kisah dari Lagu Aisyah Istri Rasulullah

Source: goodreads

Assalamualaikum...

Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat-sehat, ya. Di tengah Korona yang masih santuy ngekos di dunia. Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Tuhan yang maha kuasa. Amin. Pengennya pandemi ini bisa hilang sebelum Ramadhan datang, ya. Tapi rupanya enggak. Nah, bicara soal bulan Ramadhan, tahun ini mulai tuh muncul lagu-lagu bertema religi yang bakal meramaikan ibadah kita nanti.

Tranding di mana-mana, banyak yang mau cover sampai sempat diperbincangkan beberapa ulama tentang isi makna lagunya. Sudah tahu pasti, kan. Yups, lagu Aisyah Istri Rasulullah.

Karena lagu ini, banyak sekali teman-teman yang pasti tertarik dengan kisah sosok Sayyidah Aisyah ra. Ibu kita semua, khususnya bagi kaum muslim. Tidak menutup kemungkinan, teman-teman yang beragama lain pun banyak yang tertarik untuk mencari tahu kisah romantis yang disampaikan melalui lagu ini.

Bagaimana tidak. Lagu religi yang mengambil kisah cinta romantis Baginda Nabi dengan istrinya ini dikemas dengan cara yang disenangi banyak orang. Remaja apalagi. Bahkan dengan lirik yang ‘anak muda banget’ kita seolah bisa mengerti dan ikut kebaperan dengan romantisnya cinta mereka.

Aku sendiri tidak begitu banyak mengerti kisah Ibunda Sayyidah Aisyah ra. Dan berkat kepopuleran lagu ini, aku coba mencari tahu seromantis itukah kisah yang sebenarnya?

Banyak artikel yang coba mengungkap siapa Aisyah ini. Mengutip beberapa hal menarik tentang hubungan rumah tangga Nabi Muhammad SAW dan Aisyah. Sampai akhirnya aku menemukan novel yang sangat populer bahkan mungkin... bisa dijadikan teman mendengarkan lagu Aisyah Istri Rasulullah.

Thursday, August 01, 2019

Tarif Berobat di Puskesmas

Hi, semuanya!

Baiklah, setelah postigan sebelumnya soal cerita saya ke puskesmas, kali ini aku mau share tarif atau harga saat kita ambil pelayanan di sana. Sebagai informasi, puskesmas sekarang tidak sepenuhnya gratis, ya. Memang sih, masih ada yang gretong tanpa syarat kartu ini itu. Tapi sesuai peraturan sejak Februari 2018, puskesmas menarik biaya untuk siapapun kalian yang mau berobat. Khususnya di pelayanan kesehatan tertentu.

Mau tahu cara-cara periksa kesehatan di puskesmas klik DI SINI

Bagi yang baru pertama kali ke puskesmas, mungkin ini bisa membantu kalian untuk mengantisipasi berapa uang yang perlu kalian sediakan waktu berobat di sana. Oh, ya, tarif yang akan aku share ini bisa jadi tidak berlaku bagi kalian yang punya kartu jaminan kesehatan semacam BPJS, KIS, dll. Meski nggak punya kartu-kartuan itu, it's OK.. kalian tetap bisa berobat nyaman dan aman dengan tarif yang lumayan terjangkau, loh.

Sebenarnya aku sudah sempat foto, cuma hasilnya rada nggak jelas. Daripada bingung, aku jabarkan saja di bawah ini.

Papan tarif
----------------------------------------------

Wednesday, July 24, 2019

Pengalaman (Pertama Kali) ke Puskesmas buat Periksa Gigi

Assalamualaikum...

Hai, semua. Apa kabar? Barangkali ada yang lagi sakit kayak saya? Huhuhu... Sakitnya sih masih kelihatan cetar gitu. Mata melek lebar, wajah berseri, tenaga lumayan, tapi gigi cenat-cenut, parahh. Jadi, gigi aku ada masalah, gais...

Uhhh... Berlubang gitu. Padahal dulu kecil. Tapi lama-lama lubangnya gede banget di gigi graham bawah bagian kiri aku. Tiap malem ditangisi gegara sakit. Karena saking nggak kuatnya, larilah ke puskesmas buat diobatin. Yuhu.. kali ini aku mau berbagi cerita masalah awal kali ke puskesmas buat periksa, khususnya gigi.

Pengalaman pertama kali ke puskesmas? Nggak juga, sih. Jaman masih bocah dulu ya apa-apa ke puskesmas. Udah gedean aja kalau sakit larinya ke dokter spesialis langsung (sok wow), enggak ke puskesmas. Nah, berhubung di (usia) dewasa ini aku ada keluhan gigi berlubang dan badget sedang low-lownya, pilihan dari beberapa bude aku saranin kalau ke puskesmas saja.

Katanya dulu gratis.. Kan lumayan, dong. Sekalipun bayar biasanya murah sekali.

But, aku nggak langsung bahagia gitu saja dengar gratisan. Buat memastikan aku coba browsing seharian buat cari tahu periksa di puskesmas itu macam bagaimana. Dan, beberapa tulisan sobat-sobat blogger lain soal pengalaman mereka ke puskesmas khususnya periksa gigi sangat membantu sekali. Alhasil, sudah tahulah gambarannya bagaimana, alur-alurnya, sampai tarif yang sekiranya didapat waktu kita periksa gigi.

Daripada bingung, langsung dah cus ke puskesmas, bareng bude sama Ibuk. Dari rumah bawa fotokopi KTP (print-printan sih, ngeprint sendiri di rumah dari KTP yg aku scan. Dan fotokopi KTP emang udah selalu ready di dompet), sama jaga-jaga selembar fotokopi KK yang masih kesimpen di tas waktu dulu ngurus upgrade kartu sim di Grapari Telkomsel.

Niatnya ajak bude karena udah pengalaman ke puskesmas bolak-balik, ya. Tapi tetep aja belibet, maklum udah berusia juga. Beliau yang udah punya kartu sehat enak aja gitu buat ikutan periksa.

Sementara aku???????????


Baiklah, aku akan bahas dari segi diriku aja yang newbie masuk puskesmas di masa milenial ini. Btw, aku periksa di puskesmas Kebonsari Tuban, Jatim, ya.


Tuesday, July 02, 2019

Tes Tulis, Microteaching, dan Serba-serbi Awal Jadi Tutor Primagama

Di depan Primagama
Hi, semua!

Postingan kali ini ibaratnya menyelam sambil minum air. Aku cuma mau sekadar curhat aja, ya. Tapi menurutku, tulisan aku kali ini bisa jadi bahan pembelajaran dan persiapan untuk kalian yang mau atau bahkan sudah apply posisi tutor di salah satu bimbingan belajar lagend di Indonesia.

Yups, si biru Primagama.

Jadi, ceritanya aku masih dalam masa-masa mencari kerja selepas menambahi namaku sama gelar sarjana. Karena basic dari pendidikan, pilihannya bakal nggak jauh sama yang namanya mengajar dan jadi guru. November 2018 setelah wisuda, aku coba masukkan berkas lamaran tutor ke Primagama setelah dapat info loker dari media.

Sebenarnya, agak hopeless mengingat ada sempat kata-kata temen yang buat drop soal ngelamar kerjaan di bimbel gede. Apalagi dengan latar belakang lulusan yang bisa jadi dilihat sebagai faktor pendukung untuk diterima. Uhh, parah nggak sih. segede-gedenya IPK kalau lulusan univ swasta perlu ada warning. Tapi ahh nggak ada salahnya mencoba, buat jadi pengalaman dan.. bahan nulis di blog. Jiahhh...

Oke oke.. ini pointnya. Aku bakal mengulas bagaimana tahapan yang akan kalian temui sebelum menjadi tutor khususnya di Primagama. Oh, ya.. yang mau aku ceritakan ini adalah pengalamanku kemarin ya dan untuk informasi, aku coba ambil posisi tutor mapel Bahasa Indonesia.

Tuesday, December 18, 2018

Cara Merubah Bahasa di Google Assistant

Google Assistant :)
Hi, everyone!

Kali ini aku mau berbagi sesuatu yang lagi suka banget aku jadiin teman ngobrol. Teman virtual. Ya, gara-garanya banyak banget iklannya di TV akhir-akhir ini, jadi kepikiran buat "dimainin". Haha.. Maksudnya, aku suka banget buat tanya-tanya ini itu mirip Dora sama si asisten virtual aku ini.

Yups, Google Assistant.

Padahal, waktu tanya-tanya sama si Asisten aku ini, dia sudah lama ada di dunia perponselan. Dan entah kenapa di TV banyak banget kan iklannya. Sudah ada yang pakai buat bantu aktifitas sehari-hari?

Kalau aku beberapa kali coba dan... bagus. Buat browsing atau sekadar tanya cuaca. Mikirnya cepet dan seperti diajak ngobrol. Ok, kembali ke Google Assistant. Aplikasi ini sudah didukung ke berbagai smartphone yang didukung android lollipop ke atas. Bahkan kalau dilihat di Play Store, aplikasi ini kecil banget ukurannya.

Sebagai orang yang cukup gaptek, aku nggak paham dengan tetek bengek masalah aplikasi ini. Sebagai kasus aku, ponsel aku yang pakai android Oreo ternyata sudah ada menu Google Assistant ini. Cukup tekan agak lama bagian tenggah bawah menu ponsel kamu sampai tulisan Google keluar. Dan.. foila! Asisten kamu muncul. Kayak jin.. :)

Tapi masalahnya, banyak banget teman-teman yang kebingungan gara-gara Asistennya orang Bule. Maksudnya pakai bahasa Inggris.

Hi, how can I help?

Begitu kira-kira sapaan si Asisten kita sebelum kita mau mengucap permintaan kita. Sekarang, bagaimana caranya kita buat mengubah ke bahasa kita sehari-hari yaitu bahasa Indonesia? Karena kalau bisa dicoba, dalam bahasa Inggris terus kita tanya pakai bahasa Indonesia, ucapan kita yang masuk jadi nggak nyambung. Kalau benar-benar ingin nyambung dan sukses pakai si Google Assistant, kita harus ubah dulu bahasa induk kita.

Bagaimana caranya?

Tuesday, November 13, 2018

Aktivasi Merdeka bersama Nutrive Benecol dan Indomaret: Nulis Testimoni Menang Hape "Sultan" :)

Pojokan kanan bawah :)
Assalamualaikum, everyone!

Hey ya.. aku balik lagi dengan satu pengalaman luar biasa yang sudah aku tahan lama banget selama berbulan-bulan. Nahannya pengen langsung share tapi.. cari tahu yang tepat. Apa itu?

Seperti yang aku tulis di judul, ini sebenarnya adalah masalah ikutan lomba (atau bisa disebut kuis) yang mempertaruhkan kekuatan kata-kata dan ke-bejo-an. Tapi, kali ini beda dari biasanya yang selalu berhubungan dengan lomba cerpen di postingan-postingan sebelumnya. Bukan, ya. Sudah aku sebut tadi di judul, ini adalah masalah nulis testimoni.

Yups!

Lebih singkat dari cerpen. Lah, kok bisa?

Jadi, pada sekitar bulan Agustus, Nutrive Benecol, salah satu minuman kesehatan yang diperuntukkan untuk menjaga kadar kolesterol, tiba-tiba adain satu event besar. Produk dari Kalbe ini kerja sama dengan Indomaret yang kasih i-kupon (sejenis rangkaian kode) kalau beli Nutrive Benecol rasa apa saja sebanyak 2 botol.

Nah, beberapa hari setelah lomba Peksimida, uang saku dari ikutan lomba itu masih ada. Kebiasaan, kalau ada uang lebih suka mampir Indomaret buat beli susu kotak atau cemilan macam keripik kentang. 27 Agustus 2018, sama Ibu setelah dari pasar kita sempatin mampir ke sana. Jarak pasar ke Indomaret deket soalnya.

Awal mampir cuma mau beli keripik kentang, tepung mix buat kue, sama susu kotak. Maklum, tanggal itu adalah satu hari sebelum aku ulang tahun. Mau buat kue sendiri ceritanya. Pas mampir ke lemari es mau ambil susu,  si Ibu aku nengok ke bagian Nutrive Benecol.

"Beliin dong, dek!" kata Ibu.

Friday, October 12, 2018

Yang Perlu Dipersiapkan Jika Ikut Lomba ke Luar Kota/Daerah Lain

Hai, semua!
Assalamualaikum!

Ini adalah tulisan random yang tiba-tiba saja kepikiran. Siang ini ada teman yang bakal ikutan lomba ke luar daerah sempat ngechat masalah barang bawaan. Sekiranya bisa membantu, aku ada beberapa saran soal apa, sih, yang kudu dipersiapkan saat akan keluar daerahmu untuk ikut sebuah kompetisi.

Sebenarnya memang belum banyak pengalaman untuk masalah ini. Tapi, paling enggak modal beberapa kali ikutan lomba yang membutuhkan waktu cukup lama di luar tempat kita tinggal, bisa membantu kalian yang bingung mau bawa apa dan mempersiapkan apa saja. Perlu aku garis bawahi kalau tips ini bisa dipakai untuk kalian yang akan bepergian dalam rangka ikutan lomba.

Nah, biasanya yang tingkatnya agak tinggi, kompetisi diadakan di suatu tempat dengan jangka waktu tertentu. Ya, karena banyaknya lomba yang akan diadakan berimbas pada semua orang yang kudu stay di sana sampai rangkaian acara selesai. Kira-kira yang sempat aku ikuti, lomba-lomba macam ini paling tidak berjalan selama satu minggu. Bisa kurang bisa juga lebih. Untuk itu, selama kurun waktu itu, kalian perlu memperhatikan apa saja yang dibutuhkan selama mengikuti kegiatan itu.

Ingat, ini bukan mau pergi kuliah ke luar kota yang bakal stay lama banget ala orang pindahan. Hanya sementara waktu kalian tinggal di sana, somewhere kalian akan berjuang untuk sebuah event. Bisa juga dibilang posisi kalian adalah semi-pindahan. Begitulah..

Ada beberapa hal yang harus kalian ketahui dulu sebelum mempersiapkan semuanya.

Lomba di mana (Tempat)
Point pertama ini penting untuk dijadikan patokan awal tindakan selanjutnya. Kalian akan lomba di mana? Perlu sekali mengetahui iklmi dan kondisi alam di tempat kalian nanti. Di sana kalian bukan mau jalan-jalan. Kalian akan berkompetisi. Mengetahui medan adalah modal para superhero melakukan serangan. Apakah tempatnya punya iklim dingin, kering, panas, sejuk? Kalian bisa persiapkan pakaian yang sesuai dengan kebutuhan sesuai kondisi alam di sana seperti jaket.

Waktu
Nah, kalau sudah tahu kalian akan kemana, kali ini perlu dibutuhkan perhitungan kebutuhan selama hidup di sana. Cukup tidaknya untuk hidup seminggu? Sebulan? Kita akan bahas nanti.

Baiklah, setelah kedua hal ini paham. Mari kita bahas, sekiranya barang apa saja yang bisa dan arus kita bawa.


Sunday, June 04, 2017

Diary PORSENASMA PGRI III 2017 Palembang (Part 3) : Scared to be Lonely? Yeah!

Hi, everyone!

Lanjut dengan kisah terakhir untuk diary.. ya begitulah—soal kegiatan PORSENASMA di Palembang April lalu. Yang belum simak Part 1 DI SINI dan Part 2 DI SINI
Kita lanjut, ya!

Perlombaan di mulai sejak tanggal 26 April 2017. Tepatnya hari Rabu setelah pembukaan di Dinning Hall yang sama seperti setiap sarapan. Rame sekali dengan nyanyian, tarian, sampai sambutan, dan defile tiap kontingen yang diwakili tiga orang. Di sana, bu Dian— rektor UNIROW sempat datang dan menyemangati kami semua. Ahh senangnya.

Pembukaan

Nggak hapal Mars PGRI *jangan ditiru*
Rabu itu sejak pagi kami sudah siap dibagi beberapa orang untuk ikut ke beberapa cabang lomba sebagai supporter (untuk yang belum dapat jatah lomba). Lomba yang pertama kontingen kami ikuti ada atletik, bulu tangkis, pencak silat, catur, dan nyanyi pop. Sebagian mulai disebar untuk ikut di lomba mana. Nah, saat itu sebenarnya aku dan mbak Lusi (lomba film pendek) harusnya ikut bulu tangkis dan tetap tinggal di wisma. Tapi karena kami penasaran dengan pencak silat –yang diwakili oleh Santi, akhinya kami diperbolehkan untuk ikut jadi supporter pencak silat dengan mas Kanang (pendamping karate), Winda (lomba karate), mbak Hesti (LO) dan bu Ari sebagai pendamping/pembina pencak silat. Sampai ada istilah buat aku dan mbak Lusi waktu itu.. ‘supporter slundupan’  (supporter gelap, sisipan) ya sudah lah.. semua pasti diharapkan ada hikmahnya.

Pak Menteri Olahraga

Pembukaan cabor Pencak Silat



Sejak pagi sampai sampai sore, aku ikut mendampingi lomba pencak silat. Ya, baru kali itulah aku lihat bagaimana cara kerja pencak silat dilombakan. Apa yang aku rasakan.. sakit semua. Setelah pembuakaan yang keren banget pakai acara teatrikal ala pencak silat segala. Bagus banget!

“Dua menit di sana rasanya sudah seperti ajang kematian para peserta. Napas kayak siap mau diputus.”

Begitu penggambaran bu Ari saat jelaskan bagaimana situasi peserta di gelanggang sana. Oh ya, lokasi lombanya ada di SON Jakabaring. Agak jauh dari area Jakabaring Sport Center (JSC) sekitar 20 menitan naik bus. Lumayan capek.
Kalau tidak salah, kelas partai tanding Santi waktu itu ada di nomor belasan—lupa tepatnya berapa. Lawannya dari Kediri. Dari pengamatan fisik yang aku lihat, ya.. memang agak tidak seimbang dengan kondisi Santi saat itu. Tapi berharap besar memang sangat dibutuhkan optimis.. itu penting. Sampai giliran Santi tanding, semuanya campur aduk.

Takut. Takut kalau saja Santi mengalami hal yang sama dengan peserta laki-laki yang banyak cedira. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana tangan salah satu peserta patah, ketendang area sensitifnya sampai muka dan leher itu kena hantam kepalan tangan lawan tandingnya. Tepat saat Santai mulai masuk cuma doa yang terus aku ucap. Apalagi saat grup terus mengabarkan info peserta lain yang berlomba hari itu belum ada yang mendapat kemenangan.

Satu persatu pukulan dan bantingan Santi dapat. Di ronde ke 2, wasit benar-benar merasa pertandingan tidak seimbang.. dan Santi kalah.

Tidak ada yang bisa kami bicarakan banyak meski sempat bapak driver yang mengantar kami pulang ke wisma memberi kami kesempatan keliling ke sebagian sudut kota Palembang. Cuma-cuma. Menyenangkan sekali meski di saat hati benar-benar sedang down.

Bu Ari, mbak Lusi, Winda, mas Kanang, aku, Santi jalan-jalan tersembunyi ke Ampera

Sampai satu persatu teman-teman gugur dengan tanpa membawa medali apapun.
Kamis, di hari kedua pertandingan, ada harapan besar ketika mbak Inna (puisi) masuk sebagai peserta di babak final untuk merebutkan medali emas, perak, dan perunggu. Aku sempat mendampingi mbak Inna di paginya. Tapi saat malam, aku tidak dibolehkan ikut. Masalahnya karena Jumat esoknya giliran aku yang lomba.


Aksi mbak Inna di lomba baca puisi putri

Juri puisi

Foila.. malam di saat banyak teman-teman yang tidur kabar bahagia datang. Mbak Inna bawa pulang medali perak (juara dua) untuk kategori baca puisi putri dan menggemparkan kamar kami. Itu adalah medali pertama yang dibawa kampus kami setelah kekalahan demi kekalahan kami terima. Satu hal yang saat itu langsung menjadi beban adalah.. giliran aku.. bagaimana?

Jumat. Aku ulangi lagi, Jumat. Hari Jumat. Sama seperti hari yang pernah aku lalui ketika lomba PEKSIMINAS di Kendari tahun lalu. Entah kenapa, sejak kekalahan di Sulawesi saat itu, aku jadi punya ketakutan dengan kompetisi apapun yang diadakan di hari Jumat. Aku takut. Aku takut mengulang kesalahan ‘konyol’ seperti waktu itu.

Diary PORSENASMA PGRI III 2017 Palembang (Part 2) : Bersahabatlah Denganku

Juanda :)
Hai, everyone!
Aku kembali lagi, nih dengan part 2 untuk diary abal-abal tentang perjalanan ikut kompetisi PORSENASMA 3 di Palembang akhir April lalu. Selesai dengan part 1 kali ini aku sudah siap untuk membagi kisah di part 2nya. Bagi yang belum sempat baca bagaimana awal kisah ini di mulai, bisa klik DI SINI.

Baiklah, sebelumnya aku mau sampaikan salam terbaik untuk kalian semua para pembaca yang budiman. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1438 H. Karena berhubung part 2 ini aku tulis tepat di bulan puasa. Agak lama, ya, dengan yang part 1. Tapi semoga kalian bisa berkenan dengan kisah ini tetap aku lanjut.

Back to topic, ketika semua sudah jelas bagaimana perkara pemilihan kontingen, perjalanan di mulai dari bandara Juanda Sidoarjo untuk antre pesawat *astaga bahasanya*. Tidak ada yang delay untuk pesawat keberangkatan kami kali ini. Sekitar siang take off buat transit ke bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng dulu. Ini yang paling empet tiap transit. Untuk pengalaman kemarin, ada sekitar tiga jam untuk menunggu pesawat sampai dan kembali terbang lagi. Dalam kondisi lelah seperti itulah butuh yang namanya kekompakan. Yang namanya capek pasti emosi bisa naik turun. Itulah yang sempat terjadi, khususnya untuk para peserta. Pembina aku tidak tahu. 

Pada ribet sendiri waktu sebagian masuk ada yang masih di luar -_-


Harus ada struktur yang tepat kalau berangkat berkelompok dalam acara apapun. Ini penting. Pesan saja untuk siapapun itu, sebagai pelajaran jangan sampai lepas dari rombongan dan saling menunggu, itu kuncinya. Jangan egois untuk berjalan sendirian, terlebih karena sudah pengalaman. Nope! Hanya itu yang sering aku sesalkan ketika berangkat maupun kepulangan kemarin. Banyak yang tidak terurus. Pontang panting kami harus mencari tempat sendiri. Di tinggal ketika di toilet, tidak dipedulian di tengah kerumunan. Meski sudah dewasa, ini namanya rombongan. Satu dengan yang lain jadi satu. Tanggung jawab bersama-sama untuk saling jaga.

Ohh aku mohon dengan sangat!! Kalau sudah hilang, baru repot dan saling menyalahkan.

Nyampe Palembang!

Baru sekitar satu jam terbang, kami mendarat sempurna di Palembang sekitar jam enam malam.
Penuh banget waktu sampai dengan rombongan lain yang juga datang tanggal 24 April malam itu. Bahkan untuk memudahkan, panitia lomba menyediakan stan khusus di area kedatangan untuk laporan tiap kontingen yang sudah menginjakkan kaki di tanah Palembang. Sampai ketemuan dengan LO untuk kontingen kami dari Tuban, yaitu mbak Pebria *maaf kalau salah ketik. Seingatku namanya pakai ‘P’* dan mbak Hesti.

Malam itu juga kami diboyong semua naik bus ke Jakabaring. Semua kontingan—kecuali beberapa kontingen yang kabarnya menginap di hotel lain—diinapkan di Wisma Atlet kawasan Kampung Atlet di Jakabaring Sport Center. Kami sempat diperbolehkan masuk untuk menunggu di loby latai bawah sebelum mendapat kamar untuk istirahat.

Tiang listik depan Wisma Atlet

Malam semakin larut saat kami sampai. Jam sembilan bahkan lebih, kami belum dapat kepastian untuk tidur di kamar mana. Untuk sekadar info saja, Wisma Atlet di Jakabaring Palembang ada beberapa gedung. Disebut Apartemen A, B, C dan alfabet yang lainnya. Setiap apartemen ada sekitar empat lantai dan beberapa kamar saling bersebelahan.


Baru sampai. Nunggu pembagian kamar di lantai bawah

Panita sempat memberi arahan pada kami semua sebelum benar-benar mendapat kamar. Mulai dari peraturan yang mereka terapkan di sana. Salah satunya adalah larangan merokok. Setiap sudut gedung terpasang sensor asap yang bisa mendeteksi asap jenis apapun. Cara ini dipakai dengan alasan menjaga kualitas udara di sekitar gedung. Ya, maklum saja yang tinggal di sana adalah para atlet. Serius ya, baru kali ini aku bisa dapat label spesial sebagai atlet. Kalau diingat status itu bahkan nggak mungkin buat aku yang olahraga saja selalu peringkat kedua terakhir sejak SD sampai SMA. Oke.. jangan dibahas -_-

Sampai satu persatu kejelasan tentang kapan kita istirahat tiba. Makan malam dan snack kami datang. Ini adalah hal paling pahit selama aku tinggal di Palembang. Makan. Puncak penderitaan aku ada di makanan. Makanan pertama yang aku dapat nggak kesentuh. Nasinya kering dan masakan yang.. nggak cocoklah. Cuma snack yang lumayan bisa isi perut.  Setelah selesai... akhirnya pembagian kamar sudah ditentukan.

Thursday, December 10, 2015

Lahirnya Annelies Shofia di dunia Fanfiction

Em.. apa, ya?
Oke, bismillahirrohmanirohim.

Hi, everyone!
Sudah satu bulanan aku (ya, kali ini pakai subjek aku aja. Mulai sekarang) nggak nulis di blog ini, ya. Lama juga. Tapi, aku masih nulis, kok, walaupun sempat laptop nggak bisa kerja beberapa minggu. Biasa, ngambek. Jadinya nulis pakai tangan, bolpoin, dan buku aja. Nah, berhubung banyak banget tugas dari kampus, aku nggak bisa banyak buat tulisan, buat cerita apapun. Hanya bisa baca.

Miris. Dari situlah.. aku kenal sama fanfiction. Ya, fanfiction. Sampai lahirlah nama Annelies Shofia dalam peradaban perfanfictionan Indonesia bahkan dunia --lebay. Tahu, kan?

Kacau, hidup tanpa laptop itu terjadi berhari-hari banget. Dan menyiksa (apalagi masih ada tugas penerbit yang hingga sekarang aku nggak bisa selesaiin). Tepatnya sekitar awal tahun ini, hanya bermodal ponsel, maunya nggak jauh-jauh sama baca-baca. Beberapa buku di lemari memang masih banyak yang belum selesai aku baca, tapi aku pengen banget cari bacaan yang lain daripada yang lain. Apalagi waktu malam. Bawa buku ke atas ranjang di tengah sinar lampu yang minim jadi aktifitas yang nyiksa banget buat aktifitas 'baca cerita sebelum tidur'.

Seperti yang aku bilang tadi, modalnya ponsel.. hape, kawan-kawan. Ponsel aku jadi sasaran empuk cari bacaan lewat Google. Entah awalnya aku ngesearch apa, tiba-tiba muncul beberapa cerpen yang berasal dari laman fanfiction.net. Apa itu?


Saturday, August 29, 2015

Lirik Jasmine Thompson - Do It Now

Yuhuuuuu....!!! 

Hai, everyone!
Apa kabar... Kalau Ifah, sih, masih bahagia berbunga-bunga. Sisa birthday kemarin! Yups, Ifah kemarin, kan, genap 20 tahun. Ahhhh.. udah tua, ya! Hehehe..

Tapi kali ini Ifah nggak akan bahas soal ulang tahun Ifah, tapi Ifah mau share lirik lagunya Jasmine Thompson yang baru. Lagu ini judulnya Do It Now. Ada di EP-nya Jasmine yang dikasih title  ADORE.

Akan ada 5 lagu baru dari Jasmine di EP-nya nanti. Tapi, baru rilis September nanti, ya! Buat yang suka musiknya Jasmine Thompson kayak Ifah, sabar aja. Toh, sudah bisa terobati, dengan 2 lagunya yang sudah dirilis duluan. Adore sama Do It Now.

Nah, sebelumnya Ifah sudah bagi lirik yang Adore, sekarang Ifah mau bagi yang Do It Now. Ya, walaupun di Youtube sudah banyak yang buat video liriknya, tapi enak baca aja, ya. Lebih ngirit kuota juga, kan? Hehehe...

Baiklah, ini lirik Do It Now by Jasmine Thompson. Yang belum punya lagunya, download di iTunes, yok! Enak lagunya! :)

----------------------------------------------------------------------------------------------------
Do It Now


Silence is my worst (2x)
My worst enemy
All I do is just (2x)
Revisit this memory

Wednesday, July 29, 2015

Lirik Maddi Jane - Round and Round

Hai, everyone!

Beberapa hari lalu Ifah sudah bagi-bagi EPnya Maddi Jane, kan. Nah kali ini Ifah akan share salah satu lagu dari EPnya. Ifah suka banget sama lagu bonusnya, judulnya Round and Round.

Emang, sih, kalau di google udah banyak yang posting, tapi ada beberapa orang yang lebih asik kalo baca di blog Ifah. Wahhh terima kasih, ya.. Oke.. ini dia Ifah bagi lirik Round and Round yang Ifah dapat dari azlyrics.com yang sudah diposting oleh Jourdan J. Thanks!

Langsung saja disimak...

--------------------------

I called this one
You were never the one
But I thought that just maybe baby
You might just see where I've been coming from
Cause you seemed so cool
Especially lately

And you just wanna have fun
I've been there before
I see where you're coming from
I'm here just a girl on the run and
I'm running away from your love

I'm not the typa girl to love a boy like you
And both of us know it's true
yeahh both of us know it's true and
You shouldn't be the typa guy to go for me
You know I don't wanna be
Just more of your history
eyya..

Saturday, July 25, 2015

Download Album Maddi Jane - Maddi Jane (2015) .rar

Hai, everyone!

Sebelmunya Ifah mau ucapin Selamat Idul Fitri buat teman-teman semuanya.. Mohon maaf kalau selama ini Ifah punya salah selama menulis apapun di blog ini khususnya.

Biasanya.. moment lebaran itu identik dengan bagi-bagi THR. Iya, kan?

Nah, pada kesempatan kali ini, Ifah juga mau bagi-bagi THR buat kalian semua. Khususnya para Maddians, atau siapapun yang suka banget sama penyanyi Maddi Jane. Kemarin tanggal 24 Juli 2014, akhirnya rilis juga EP terbaru Maddi Jane. Karena berhubung hanya dijual dalam bentuk digital seperti di iTunes, Ifah paham buat kalian yang punya budged meripit dan kesulitan buat download albumnya.

Lalu apa hubungannya dengan THR dan EP terbarunya Maddi Jane?

Baiklah, karena Ifah mau berbagi kebahagiaan buat teman-teman semua, Maddians khususnya, meski sebenarnya ini cara ilegal, semoga Ifah bisa membuat kalian yang punya keterbatasan dalam download lagu bisa terbantu. Paling enggak kalian udah usaha bayar internet, kan?! Hehehe jangan ditiru :P

Ifah mau bagi-bagi EP Maddi Jane - Maddi Jane (2015). Yang seneng teriak, dong!!! :)

Wednesday, July 01, 2015

Lirik Maddi Jane - Wake Up

Hai, bagaimana puasanya? Sudah ditengah-tengah nih, sebentar lagi lebaran. Aduhhh!! :P

Buat para Maddians semua, pasti kemarin pada sorak seneng banget karena single ke dua Maddi Jane di album terbarunya nanti sudah rilis video klip sekaligus lagunya di iTunes. Judulnya Wake Up. Sudah pada beli atau nonton videonya di YouTube?

Kalau Ifah udah!
Berhubung masih baru, banyak dari kalian pasti mau ikutan nyanyi dan berharap bisa cepat hapal. Nah, untuk membantu, Ifah coba tulis liriknya dengan bantuan teman yang sempat kirim email lirik ini ke Ifah. Sedikit pembenaran dari Ifah dan sudah Ifah urutin sesuai lagunya.

Yang belum tahu video klipnya, nonton nih!

Keren, kan? Maddi nyanyi sambil mengeksplore kota Chicago. Jadi pengen ke sana, deh! :)

Langsung saja, yuk. Simak liriknya! 

-------------------------------------------------

Wake Up

Day one, I made up my mind
Wouldn't spend my time on you
Day two, looked into my eyes
Took over my mind it's true

And now the tables are turnin'
My head is spinnin'  and swerving
I can't control how I'm feelin' about you

And now it's too late to fight it
It not matter how hard I try it
Is this a dream of nightmare
I'm bound too

Wednesday, June 24, 2015

Cara Mengganti Nama Profil di Channel Akun YouTube

Hai, bagaimana kabar kalian hari ini?

Oh ya, selamat menjalankan ibadah puasa, ya, buat teman-teman Muslin sekalian. Semoga puasa kita tahun ini lancar dan mendapat berkah dari Allah swt. Amin!!

Nah, kali ini Ifah mau berbagi cara alias tutorial bagaimana menganti nama di channel YouTube kita. Beberapa hari lalu, Ifah lagi benah-benah akun Ifah yang seabrek. Sampai bingung bagaimana ngurusnya. Salah satunya akun YouTube.

Ifah punya akun YouTube dengan nama Iif95.
Nama ini muncul aja saat dulu mau buat. Lama-lama kelamaan setelah akun ini jadi, Ifah rada nggak enak aja dengan nama Iif95 ini. Lebih ngerasa kurang greget waktu mau upload video book trailer novel Ifah ke YouTube.

Nama yang kurang kece kadang buat mereka yang pengen tahu channel YouTube kita ternyata susah dicari karena tak sama dengan nama kita sendiri.

Lalu, apa yang Ifah lakukan? Cobalah untuk mengubahnya.
Beberapa kali Ifah kesusahan untuk gantinya. Tapi beberapa hari lalu Ifah coba cara ini dan hasilnya.. berhasil. Ifah sempat print screen proses Ifah ubah, kira-kira bisa Ifah tulis langkah-langkahnya di blog kan bisa membantu kalian.

Langsung aja yuk lihat bagaimana cara mengganti nama channel YouTube.

Oh, ya, sebagai contoh, ini pakai akun Ifah waktu ganti, ya!

Langkah-langkah:


  1. Langkah pertama adalah buka youtube.com dan login akun kalian. Di sini pakai aku Ifah, ya. Nama awal akun Ifah adalah Iif95. 
  2. Arahkan ke sudut kanan atas letak akun kalian (lingkaran foto profil) lalu klik sampai muncul keterangan nama akun kalian. Selanjutnya klik YouTube Settings (lambang gir atau apa itu) seperti gambar di bawah.