Assalamualaikum.. welcome to my blog, guys..!! ^_^

Adsense

Showing posts with label CerBer. Show all posts
Showing posts with label CerBer. Show all posts

Wednesday, August 01, 2012

Cerber: Kepada Mata Itu, Bag. 3


 Setiap pagi aku selalu bersepeda di kawasan itu, tempat pertama kalinya aku berjumpa dengan Cinta. Tapi, berkali-kali aku melewati jalan itu, tidak ku temukan keberadaan Cinta di sana.
hari demi hari terus aku lalui denagn pencarian Cintaku,

Cerber: Kepada Mata Itu, Bag. 2

Setelah sepedaku kembali baik, aku segera bangkit dari tempat dudukku. Aku keluarkan selembar uang lima ribu rupiah dan aku serahkan ke penyelamat ban sepedaku itu.
“Ambil saja kembaliannya, pak”
“Wah, terima kasih, mas” jawab sang bapak.

Cerber: Kepada Mata Itu, Bag. 1


Mimpi apa aku semalam, ban sepeda bocor tepat di jalan yang super duper rame ini. Selama aku jalani hobby goes ku yang baru dua bulan rutin aku jalani, baru kali ini ban sepedaku tiba-tiba minta pension.
“Ngomonglah, kalo kamu udah capek. Kan aku bisa ganti kamu sama ban yang baru,” gilanya aku memaki ban yang jelas-jelas benda mati. Ya, mungkin ini efek dari ke-labilan pikirannku akibat ban standart depan sepedaku yang udah almarhum ini.
“Di sana ada tambal ban, mas..”

Friday, July 27, 2012

Cerber: Ketika Kakiku Menginjak Langit Bag. 2

Bagian 2: Suatu Saat Nanti

Setelah perjalanan selama kurang lebih lima jam dari Semarang, akhirnya aku menginjakkan kakiku di tanah Jogja. Udara di sini terasa beda sekali. Tidak seperti di Semarang yang sudah seperti Jakarta yang sering aku lihat di TV selalu macet tiap harinya.
Aku berdiri di depan pekarangan luas dengan hamparan taman bunga di sekitar bagunan modern dengan sedikit aksen kuno di sekitar pintu dan jendela. Sebuah rumah minimalis begitu tampak indah ku pandang. Tak besar, pas untuk keluarga kami yang hanya empat orang (tambah mbak Ajeng, ya satu). Jika di lihat, villa kami terletak lumayan jauh dari pemukiman warga sekitar. Tapi jangan salah, villa kami sudah sangat di kenal orang di sekitar sini. Karena ayah sering memberikan bantuan untuk para warga yang sering menjaga villa kami jika ayah tidak ada.

Cerber: Ketika Kakiku Menginjak Langit Bag. 1


Bagian 1: Cahaya Langit

 “Dan akhirnya sang putri dan sang pangeran hidup bahagia selamanya…”.
Cerita berakhir, begitupula berakhirlah aktivitasku dalam satu hari ini. Dalam temaram lampu meja kamarku, bunda menutupnya dengan kisah “Cinderella dan Sepatu Kaca”nya. Tapi kisahku tak berhenti sampai malam ini. Di saksikan bulan purnama yang bertahta di singgasana langitNya, menjadi saksi pesan malam bunda padaku yang telah terlelap tidur. Sambil mengecup hangat keningku, ia berkata,
“Selamat malam, sayang. Tutuplah matamu, nikmati gelapnya malam ini. Dan bukalah matamu, untuk esok yang penuh dengan warna”
***
Pagi akhirnya tiba.